Lahan pertanian kini semakin terbatas. Akibatnya mengandalkan tanah saja tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan. Karena itulah, berbagai inovasi di bidang pertanian terus dikembangkan. Salah satu yang cukup populer adalah sistem hidroponik vertikal.

Memahami Sistem Hidroponik Vertikal dan Langkah-langkah Menciptakannya di Rumah
Langkah selanjutnya, dalam membangun sistem hidroponik vertikal adalah mengumpulkan bahan. Berikut ini adalah daftar yang harus dipersiapkan, antara lain:
- Kerangka vertikal berupa pipa PVC, pallet kayu, atau struktur logam kokoh sebagai kerangka sistem. Pastikan bahan ini cukup kuat untuk menopang berat tanaman dan air.
- Cangkir atau keranjang seperti gelas plastik, pot jaring, atau keranjang lainnya. Hal ini tergantung preferensi masing-masing.
- Media tumbuh seperti perlit, sabut kelapa, vermikulit, dan rockwool. Pastikan memilih sesuai jenis tumbuhan yang akan ditanam.
- Larutan nutrisi dengan membuatnya sendiri menggunakan campuran nutrisi hidroponik.
- Pompa air submersible yang berfungsi untuk mensirkulasikan kembali larutan nutrisi ke seluruh sistem.
- Timer untuk mencatat waktu proses penyiraman untuk memastikan tanaman menerima jumlah air yang tepat secara berkala.
Berdasarkan review dan penjelasan dalam kanal YouTube milik Mahobi TM, pengguna berencana untuk membuat vertical tower hidroponik. Langkah awalnya, ia mempersiapkan bahan pipa berukuran 5 inch untuk menopang tanaman. Kemudian, ia merancang pipa tersebut dengan penggaris dan mengukurnya sesuai dengan tumbuhan yang akan ditanam nantinya.
3. Membangun Kerangka
Kerangka hidroponik vertikal berfungsi sebagai tulang punggung. Hal ini akan memberikan dukungan bagi tanaman dan pipa ledeng yang nantinya diperlukan. Berikut adalah langkah untuk membangun kerangka kerja:
- Ukur dan potong material sesuai dengan tinggi dan lebar sistem yang diinginkan.
- Pasang rangka sesuai bentuk kesukaan dan pastikan stabil dan aman.
- Tempel rangka ke area dinding, pagar, atau struktur kokoh lainnya memakai bracket atau sekrup. Pastikan sudah rata dan stabil guna mencegah kecelakaan atau kerusakan.
- Setelah rangka terpasang, maka pasang sistem perpipaan dengan selang atau pipa untuk mendistribusikan larutan nutrisi.
4. Mempersiapkan Cangkir atau Keranjang Tumbuh
Berikutnya yaitu menyiapkan cangkir atau keranjang tanam. Tujuannya untuk menahan tanaman sekaligusmemungkinkan akarnya mengakses larutan nutrisi. Prosesnya meliputi:
- Apabila memakai gelas plastik, maka buatlah lubang di bagian bawah. Tujuannya agar air berlebih bisa mengalir keluar.
- Isilah cangkir atau keranjang dengan media tanam pilihan. Misalnya seperti perlit atau sabut kelapa dan pastikan media sudah basah sebelum menanam benih tanaman.
- Tempatkan cangkir ke dalam slot atau ruang yang telah ditentukan dalam kerangka. Pastikan sudah terpasang dengan aman untuk mencegah pergerakan apa pun.
- Terakhir, lakukan pengulangan proses ini untuk setiap tingkat sistem hidroponik vertikal. Pastikan untuk menyediakan ruang cukup di antara cangkir agar tanaman bisa tumbuh dengan optimals.
5. Menciptakan Solusi Nutrisi
Terakhir yakni menciptakan larutan nutrisi yang menjadi elemen penting dari setiap sistem hidroponik. Pasalnya, ia menyediakan mineral dan nutrisi penting untuk pertumbuhan tumbuhan. Lakukan pembelian larutan nutrisi siap pakai khusus untuk hidroponik. Cara lainnya juga dapat membuat sendiri memakai campuran nutrisi hidroponik. Langkah membuatnya seperti di bawah ini:
- Ikutilah petunjuk pada kemasan campuran nutrisi untuk menentukan rasio nutrisi dan air yang sesuai.
- Selanjutnya, isi ember atau wadah bersih dengan air dengan jumlah cukup.
- Tambahkan campuran nutrisi ke dalam air bertahap sambil diaduk hingga semuanya larut sempurna.
- Selain itu, jangan lupa menguji tingkat pH larutan nutrisi memakai alat penguji pH. Kisaran pH yang tepat adalah sekitar 5,5 hingga 6,5.
- Setelah larutan nutrisi sudah siap, maka tuangkan ke dalam wadah. Biarkan mengalir ke bawah dan mencapai tanaman di setiap cangkir tanam.
Perbandingan Hidroponik vertikal dan Horizontal
Hidroponik vertikal dan horizontal menawarkan berbagai keunggulan yang kerap diperbandingkan. Sistem vertikal akan memanfaatkan ketinggian untuk memaksimalkan efisiensi ruang dan produktivitas secara menyeluruh. Di sisi lain, sistem horizontal mirip dengan metode budidaya tradisional berbasis tanah. Penggunaannya cocok untuk tanaman yang membutuhkan ruang penyebaran meluas.
Seiring dengan populernya hidroponik, pilihan antara sistem vertikal dan horizontal tergantung pada faktor-faktor khusus. Seperti ruang yang tersedia, jenis tanaman, dan tingkat pemeliharaannya. Terlepas dari metode mana yang nantinya dipilih, hidroponik tetap menjadi solusi inovatif dan efisien untuk menanam tanaman berkelanjutan.
Demikian, panduan dalam membangun sistem hidroponik vertikal secara mandiri. Dengan langkah-langkah di atas, diharapkan dapat membantu para petani membangun sistem kebun modern secara lebih baik. Sehingga nantinya mampu menghasilkan panen berlimpah dengan produk segar dan bernutrisi./Estri



