Bertani atau bercocok tanam merupakan keahlian turun temurun masyarakat Indonesia sejak dahulu kala. Terlebih lagi kondisi alam yang sangat mendukung menjadikan banyak rakyat Indonesia bertani atau minimal bercocok tanam di kebun. Bercocok tanam pada umumnya dilakukan pada lahan yang luas seperti sawah atau kebun. Akan tetapi bagaimana jika tidak memiliki keduanya?. Teknik tanam vertikal dapat menjadi solusi bertani dan bercocok tanam pada lahan yang terbatas. Misalnya jika bertempat tinggal di kota besar dan perumahan.

Mengenal Teknik Tanam Vertikal untuk Lahan Terbatas
Tanam vertikal mempunyai nama lain yaitu vertikultur adalah sebuah cara atau metode bercocok tanam yang menggunakan sedikit tanah dan alat bantu pipa, botol bekas, pot, wall planter bag, bambu sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Jika biasanya menanam dilakukan secara horisontal langsung diatas tanah, maka berbeda dengan metode ini.
Jika menggunakan pipa misalnya, tanah atau media tanam akan dimasukan ke dalamnya. Kemudian dibuat lubang pada sisi kanan kirinya sebagai tempat menanam benih dan tempat tumbuhnya daun hingga siap panen nantinya. Pada teknik tanam vertikal pipa akan diberdirikan dengan diberi penyangga pada bagian bawah. Metode ini terbukti dapat menghemat tempat dengan sangat efektif. Jadi tidak perlu khawatir lagi dengan lahan yang terbatas.
Bersumber dari akun Youtube Hiburan TV, siapkan pipa paralon besar dan potong sepanjang 1 meter. Beri tanda setiap 10 cm untuk nantinya dijadikan tempat semai. Mulai pengukuran dari bawah. Pada setiap tiang dapat dibuat sampai dengan 16 lubang atau menyesuaikan dengan kebutuhan. Pada bagian yang telah digaris sobek kemudian panaskan diatas kompor atau dengan alat lain. Setelah pipa menjadi lunak masukkan kayu atau cetakan untuk merenggangkan lubang kantong tanam tadi. Tarik sampai terbuka, cukup 5 sampai 10 cm saja. Setelah terbentuk segera dinginkan dengan menempelkan kain basah di permukaanya agar bentuknya permanen, kaku kembali dan tidak bengkok. Ulangi cara ini sampai selsesai sesuai dengan jumlah lubang kantong tanam yang dibutuhkan. Setelah semua proses pembentukan lubang tanam selesai, tinggal mengisi dengan tanah atau media tanam lain, pupuk dan siap untuk digunakan bercocok tanam.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Tanam Vertikultur
Vertikultur merupakan salah satu jenis teknik pertanian modern. Hal yang mengusung konsep praktis dan tetap berfungsi maksimal. Beberapa kelebihan dari teknik tanam vertikal adalah dapat dilakukan dimana saja, tidak membutuhkan banyak tanah, mudah untuk ditata atau dipindah-pindah, hemat pupuk dan air, mudah untuk dibersihkan dan dirawat, tampilan yang estetik dan modern, tidak banyak ditumbuhi gulma dan memiliki potensi bisnis yang cukup tinggi.
Teknik tanam vertikal memiliki beberapa kelemahan atau kekurangan, seperti biaya yang cukup tinggi untuk membeli media tanam pipa beserta perlengkapan tanam lainnya. Jenis tanaman yang dapat dikembang biakkan dengan metode tanam vertikal juga terbatas, hanya berupa tanaman berukuran kecil seperti sawi, selada, seledri, daun bawang, buah strawberry, kangkung, dan bunga hias berukuran kecil.
Tanah atau serbuk media tanam yang digunakan juga mudah cepat kering jika tidak rajin disiram. Berbeda jika dengan ditanam langsung di tanah. Tanaman yang tumbuh langsung diatas tanah bukan pada pot, akarnya mendapatkan lebih banyak air dan nutrisi dari dalam tanah. Teknik tanam vertikal ini membuat siapa saja bisa bercocok tanam. Baik berupa tanaman konsumsi maupun bunga hias. Jadi, selamat mencoba ya! /afa



