Net Pot Hidroponik: Panduan Memilih dan Daftar Jenisnya

Posted on

Sistem hidroponik kini telah menjadi cara baru yang populer dalam pertanian modern. Untuk mencapai hasil yang optimal, penting untuk memberikan perhatian khusus pada teknik budidaya ini. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah pemilihan net pot hidroponik yang tepat.

Net Pot Hidroponik
legioma.republika.co.id

Tips Memilih Net Pot Hidroponik

Net pot adalah wadah yang digunakan untuk menahan bibit tanaman dalam sistem hidroponik. Terbuat dari plastik yang kuat dan tahan lama, net pot bisa digunakan berkali-kali.

Agar tanaman hidroponik bisa tumbuh dengan baik, ada beberapa tips dalam memilih net pot. Pertimbangan ini dapat membantu menjadikan proses pertanian hidroponik lebih efisien, baik secara biaya maupun pelaksanaan.

  1. Pertama, sesuaikan ukuran diameter net pot dengan lubang tanam pada sistem seperti gully atau paralon.
  2. Selain itu, ketinggian net pot juga perlu disesuaikan dengan kedalaman lubang tanam hingga permukaan air. Tinggi net pot juga dapat disesuaikan dengan sistem hidroponik yang digunakan, seperti apung, DFT, atau NFT.
  3. Net pot hadir dalam berbagai model dengan lubang di samping yang rapat atau lebih lebar. Lubang yang lebih lebar memungkinkan akar tanaman tumbuh dengan baik dan lebih mudah menyerap nutrisi.
  4. Bahan net pot hidroponik juga penting untuk diperhatikan. Net pot akan terus lembap selama masa tanam, dan jika menggunakan bahan yang tidak baik, pot tersebut akan cepat rusak.
  5. Dari segi estetika, pilihlah net pot dengan warna yang senada dengan instalasi yang digunakan.
  6. Harga juga penting untuk diperhatikan; pastikan memilih net pot yang harganya sesuai dengan kualitas yang ditawarkan.

Jenis Net Pot

Agar lebih mudah memilih net pot, berikut adalah jenis-jenis net pot.

  1. Net Pot Pantat Bolong

Model net pot ini cocok digunakan untuk hidroponik tipe NFT talang air atau gully karena desainnya tidak menggunakan sumbu. Jika pengguna menambahkan sumbu sendiri, hasilnya tidak akan optimal karena sumbu bisa terlipat. Sebaiknya, jika menggunakan net pot ini pada instalasi berbahan PVC, pastikan net pot selalu terendam atau menyentuh air.

  1. Net Pot Berundak Ganda

Tipe net pot ini memiliki rentang lubang tanam yang fleksibel. Net pot ini dapat digunakan untuk lubang kecil atau besar. Akan tetapi, net pot berundak ganda kurang efektif dalam menopang tanaman karena tidak mampu menahan beban, sehingga tanaman bisa lepas dari lubangnya. Pot ini cocok untuk menanam pakcoy, sawi, kangkung, dan selada.

  1. Net Pot Berundak Satu

Tipe ini jarang digunakan untuk sistem wick, DFT, atau NFT karena tidak cocok dengan lubang pada PVC, sehingga kurang kuat menahan bobot tanaman. Net pot hidroponik berundak satu lebih umum digunakan dalam pembuatan tower hidroponik.

  1. Net Pot Lurus

Net pot ini memiliki diameter 5/3 cm dan tidak memiliki undakan atau tidak mengerucut. Ini merupakan salah satu tipe net pot terbaik dan paling serbaguna untuk sistem hidroponik.

Hal ini disebabkan net pot lurus sangat cocok dengan ukuran lubang holesaw. Sehingga, net pot ini dapat menopang berat tanaman, termasuk yang sedang berbuah, seperti cabai.

Memperhatikan banyak jenis net pot, penting untuk memilih dengan hati-hati. Cara memilihnya dapat dilihat di kanal YouTube Puriegarden Official. Saat memilih net pot untuk sayuran, sesuaikan tinggi dan diameter net pot dengan kedalaman dan lubang tanam. Jika tidak sesuai, sayuran bisa dengan mudah jatuh. Penampilan kebun pun jadi kurang menarik. Selain itu, pilih net pot dengan lubang yang agak besar. Ini akan membantu akar tumbuh tanpa terhalang. Saat panen, proses juga akan lebih mudah. Ketika mengangkat tanaman, terlihat bahwa banyak akar yang tetap utuh.

Perbandingan Net Pot dan Polybag

Net pot dan polybag memiliki peran penting dalam sistem hidroponik. Net pot memiliki lebih banyak lubang yang memungkinkan akar mengambil oksigen dan nutrisi dengan lebih baik. Dalam hal stabilitas, net pot memberikan dukungan yang baik, terutama pada sistem hidroponik DWC dan NFT.

Sayangnya, mencari net pot yang cocok tidak mudah. Selain itu, biayanya termasuk tinggi dibandingkan wadah tanam lainnya. Sementara itu, polybag menawarkan fleksibilitas ukuran yang berbeda-beda, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Bobotnya yang ringan memudahkannya untuk dipindahkan dan harganya juga terjangkau.

Akan tetapi, polybag memiliki kekurangan seperti tidak tahan lama, mudah rusak, dan kadang digunakan hanya satu kali. Drainase pada polybag juga kurang baik, sehingga memerlukan lebih banyak lubang. Jadi, jika pengguna mencari pilihan yang lebih ekonomis dan fleksibel, polybag adalah pilihan yang baik. Di sisi lain, net pot hidroponik adalah pilihan bagi mereka yang menginginkan opsi yang awet dan efisien dalam menyalurkan nutrisi untuk tanaman. /Amel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *